5 Fitur High Technology Honda Sensing tercanggih di Honda

Hay Honda Lovers Sahabat Agung Honda Internusa cibinong, info dari Honda Motor Co., Ltd mempunyai kampanye keselamatan global yaitu “Safety for Everyone” yakni mewujudkan kehidupan masyarakat yang bebas dari kecelakaan lalu lintas bukan hanya untuk pengguna kendaraan pribadi, tetapi semua pihak pengguna jalan. Honda Sensing  merupakan teknologi yang diciptakan untuk mewujudkan konsep keselamatan tersebut.

1.LKAS Lane Keeping Assist System (Honda Sensing) :

Fitur LKAS ini dapat mempermudah pengendara dengan membantu mengkoreksi pergerakan arah setir di jalan bebas hambatan atau tol. LKAS berfungsi dengan mengandalkan Monocular Camera yang dapat membaca marka jalan dan menggunakan Electric Power Steering (EPS) untuk membantu pengendara menjaga posisi mobilnya agar tetap searah dengan marka jalan.

Bahasa sederhananya, fitur ini akan menjaga mobil tidak keluar jalur dan memberi tahu pengemudi jika ada potensi melenceng.

Saat melintasi jalur lurus Sirkuit JARI, Carvaganza diminta untuk membelokkan mobil melewati marka jalan. Fitur LKAS akan mendeteksi posisi mobil mulai keluar dari jalurnya. Sistem akan secara otomatis menggerakkan roda kemudi agar mobil kembali ke jalur semula. Meski ada fitur yang memberikan peringatan, kita tentunya wajib tetap waspada dan meletakkan kedua tangannya di roda kemudi.

“Sistem secara otomatis akan berhenti beroperasi saat pengendara melepas kedua tangannya dari gagang setir, serta kembali beroperasi saat pengendara menggerakkan setir,” kata Makoto Otabe dari Honda R&D Japan.

Ia mengatakan LKAS dapat diaktifkan dan di non-aktifkan dengan menggunakan tombol di bagian bawah setir. LKAS akan diaktifkan pada kecepatan 72km/jam atau lebih tinggi.

2. Apa itu Road Departure Mitigation (RDM) Honda Sensing :

Road Departure Mitigation (RDM) yang hampir-hampir mirip dengan LKAS. Fitur RDM ini berfungsi dengan menggunakan Monocular Camera untuk mengidentifikasi garis jalan (baik berupa garis lurus atau terputus-putus) serta mendeteksi titik reflektor yang ada di jalan.

Jika Monocular Camera mendeteksi kendaraan cenderung menyimpang dari garis jalan yang terdeteksi, sistem akan memberikan peringatan visual pada tampilan dan getaran pada roda kemudi sebagai peringatan.

Jika tidak ada tindakan yang dilakukan, setir akan mengendalikan mobil dan membantu untuk membawa kendaraan kembali ke jalur. “Fungsi RDM diaktifkan saat mengemudi pada 72 km/jam atau lebih tinggi,” kata Makoto Otabe.

Ketika sistem mendeteksi bahwa kendaraan melenceng terlalu jauh, sistem akan mengerem secara otomatis sehingga mobil tidak berjalan lebih jauh dari jalur yang seharusnya.

Berbagai peringatan visual akan muncul saat RDM mengambil tindakan pencegahan. Peringatan tersebut tampil di layar Driver Information Interface (DII) bersamaan dengan getaran pada roda kemudi sebagai peringatan awal.

RDM juga memiliki pengaturan waktu yang dapat diatur untuk menentukan duasi getaran pada roda kemudi. Sistem RDM dapat di non-aktifkan melalui “Safety Support” yang terdapat di layar MID.

3. Apa itu Collision Mitigation Braking System (CMBS) Honda Sensing :

CMBS™ membantu pengemudi untuk menghindari tabrakan ketika sistem mendeteksi adanya potensi benturan dengan kendaraan yang melaju ataupun pejalan kaki di depan dengan memperingatkan pengguna secara bertahap dengan peringatan otomatis berupa audio visual, mengencangkan sabuk pengaman serta mengaktifkan rem secara bertahap.

Millimeter-Wave Radar dan Monucular Camera akan mendeteksi kendaraan dan pejalan kaki yang melaju di depan mobil. Ketika sistem menentukan ada risiko tabrakan, sistem akan memberikan peringatan secara audio dan visual yang ditampilkan melalui layar Driver Information Interface (DII), serta menggetarkan pedal akselerator.

Apabila peringatan tersebut diabaikan dan jarak kendaraan dengan objek di depan semakin dekat, maka fitur CMBS™ akan bekerja dengan melakukan pengereman otomatis dengan tekanan yang berbeda-beda (tergantung tingkat situasi darurat yang dihadapi) untuk mengurangi kecepatan mobil sehingga kecelakaan dapat dihindari. Monocular Camera pada sistem CMBS™ juga dapat mendeteksi bentuk benda, sehingga dapat membedakan antara mobil atau pejalan kaki untuk memberikan peringatan yang berbeda kepada pengendara.

4. Apa itu  Adaptive Cruise Control with Low Speed Follow (ACC – LSF Honda Sensing):

“Dengan adanya Adaptive Cruise Control (ACC) dengan Low Speed Follow, kendaraan kita dapat menyesuaikan kecepatan dan jarak dengan kendaraan yang berada di depan. Fitur ini bisa digunakan pada beberapa kondisi jalan, bukan hanya di jalan tol saja, Sistem ACC diatur menggunakan Millimeter-Wave Radar dan Monocular Camera untuk mendeteksi jarak kendaraan terhadap mobil di depannya, serta mengatur kecepatan kendaraan untuk menjaga jarak ideal.

Caranya kita setting dulu kecepatan maksimalnya berapa dan mau berapa meter jaraknya dengan kendaraan di depan. Kalau kita setting 60 Km per jam (Kpj), tiba-tiba kendaraan didepan berubah jadi 80 Kpj, mobil kita tetap berada di kecepatan 60 Kpj, karena kecepatan maksimalnya sudah diset 60 Kpj, “Tetapi jika mobil di depan menurunkan kecepatan menjadi 40 Kpj, maka mobil kita juga akan mengikuti 40 Kpj secara otomatis tanpa harus menginjak rem.” Bila mobil di depan perlahan berhenti, maka mobil kita juga akan ikut berhenti secara otomatis. Ketika mobil di depan mulai berjalan dari posisi berhenti, maka mobil kita kembali mengikuti mobil di depannya saat tombol SET atau RES maupun pedal gas diaktifkan. Tetapi jika mobil berhenti lebih dari lima detik, maka kita perlu mengatur ulang fitur ACC seperti di awal. Fitur ACC ini dinilai lebih aman dioprasikan di Indonesia, terutama di ruas tol dengan tingkat kepadatan kendaraan yang tidak terlalu parah. Namun perlu ditegaskan, pengemudi tetap menjadi sosok yang berkuasa atas kemudi mobil sehingga harus tetap waspada dan bersiap jika fitur tidak bekerja secara maksimal.

5. Apa itu Auto High Beam (AHB) Honda Sensing :

Auto-High Beam. Sistem ini secara intuitif akan berganti antara lampu besar dan lampu normal tergantung pada situasi jalan. Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor mengatakan, Honda CR-V merupakan salah satu model SUV dengan penjualan tertinggi dan terlama di Indonesia, yang kini hadir berbagai teknologi canggih.

Demikian Honda Lovers informasi tentang Honda Sensing yang saat ini tahun 2021 terdapat di Honda CR-V Dan Honda Accord. Mudah-mudahan artikel ini dapat memberikan informasi yang dibutuhkan Honda Lovers 🙂

Ingin Informasi lebih lanjut? Silahkan klik logo whatsapp di bawah ini 🙂

Hotline Honda Sensing

Agung Honda Internusa Cibinong